Memories
Malam
semakin larut, gerimis mulai turun di kota Inkigayo.kilatan petir terlihat
membelah langit yang pekat.suara kerasnya memecahkan kesunyiaan.
Hikaru
berdiri di samping jendela kamarnya,mengamati rintikan air hujan yang turun
tanpa hentinya sejak tadi.tatapan kosong,yah itulah gambaran diri Hikaru
sekarang ini. setelah kepergiaan Sasuke setahun silam. hidup Hikaru menjadi tak
berwarna lagi.
Dalam
sebuah perjalanan yang berujung dengan kecelakaan tragis saat akan menghadiri
pesta pernikahan rekan kerja Sasuke mobil yang mereka tumpangi tertabrak oleh
mobil pengangkut barang dari arah yang berlawanan.Naas dalam insiden kali itu
harus di bayar mahal karena merenggut nyawa
Sasuke sang pengemudi mobil.Hikaru yang berada persis di samping Sasuke hanya
mengalami pendarahan ringan di pelipisnya dan luka memar di sekujur lengannya
saja. Yang terasa hanya kegelapan semua terasa berjalan begitu cepatnya.Mobil
Ambulance datang setelah ada seorang penolong menelepon rumah sakit,akibat
kecelakaan yang terjadi di jalanan tersebut membuat kerumunan banyak orang dan
kemacetan yang cukup mengular.
**************
Ruangan
serba dengan nuansa putih dan dengan bau khasnya yang sangat menyengat
hidung.Hikaru akhirnya sadar dari pingsannya meski ia merasakan pusing yang terasa sangat amat menyiksa dan di
tangannya yang tak dapat bergerak bebas karena adanya perban dan selang infuse
yang mengganggu gerakannya.
“apa nona
sudah merasa baikan?” sapa perawat pagi itu.
”kenapa
lenganku di perban sus? Dan apa yang terjadi denganku dan dimana Sasuke saat
ini? “ Hikaru seakan tak ingat dengan apa yang terjadi sebelumnya.
“nona
Hikaru semalam mengalami kecelakaan mobil dengan tuan Sasuke dan sempat tidak
sadarkan diri. keadaan nona belum cukup stabil,sebaiknya nona beristirahatlah
terlebih dahulu.saya akan memanggilkan
dokter untuk memastikan keadaan nona baik-baik saja” perawat itu membungkuk dan
pergi meninggalkan ruang inap Hikaru
Tak
berapa lama dokter yang akan memeriksa Hikaru memasuki ruangan dengan beberapa
perlengkapan yang ia bawa bersama asistennya.
“selamat
pagi nona Hikaru,apakah nona merasa agak baik?” tanyanya. Hikaru hanya
mengangguk memastikan bahwa keadaannya baik.
Dokter
paruh baya berkaca mata itu bernama Yamato,ia memeriksa keadaan Hikaru dan
memberikan beberapa obat untuk proses penyembuhan lukanya.
“maaf
dok,apakah keadaan Sasuke baik-baik saja?” tak ada jawaban yang terlontar dari
bibir dokter Yamato.
“Sasuke
dok,bagaimana keadaannya? Sasuke yang
mengalami kecelakaan denganku itu,bagaimana keadaannya dok? Dia baik-baik saja
kan? tidak ada yang parah?” perasaan khawatir kini menjalari diri Hikaru.
“sebaiknya
nona istirahat dahulu,tuan Sasuke masih
dalam penanganan tim dokter.kau tidak usah menghawatirkannya” ucap dokter
Yamato
Dokter
Yamato pergi meninggalkan ruangan bersama asistennya,perasaan penuh tanda tanya
saat ini di rasakan oleh Hikaru.kecemasan akan keadaan Sasuke seolah berputar di
isi otak Hikaru.
Tim
dokter saat ini sedang menangani Sasuke,dia mengalami luka yang terbilang
sangat serius.Sasuke mengalami pendarahan otak.beberapa selang tertancap di
lengan dan dadanya.layar monitor pemantau denyut nadi bergerak naik turun tak
menentu.kondisi Sasuke mengalami penurunan yang cukup drastis,Sasuke tak
menunjukkan respon positif dari apa yang telah dokter berikan.Sasuke akhirnya
harus mengalah dengan ini semua,Sasuke tak cukup kuat untuk bertahan.
“
dokter.. denyut nadi pasien telah berhenti berdetak ” ucap perawat itu.
Tim
dokter berusaha memberikan usaha yang terbaik namun nihil takdir telah berkata
lain.mungkin Tuhan kelak akan memberikan tempat terbaik untuk Sasuke.
Hikaru
merasa tak dapat membendung lagi rasa keingintahuaanya,perasaan
takut,cemas,khawatir serasa menyatu.dengan tertatih dia keluar dari kamarnya
berharap dapat menemukan seseorang yang di carinya yaitu Sasuke.teguran dari
beberapa perawat tak di hiraukannya lagi.Hikaru melewati lorong yang terdapat beberapa
pengjenguk yang berlalu lalang.meski sedikit kesulitan dalam berjalan tak menghalangi
niatnya.tepat di ruangan IGD Hikaru menemukan Sasuke tapi terasa ada yang
ganjal dengan semua ini.
Tim
dokter keluar dari ruangan setelah hampir satu jam lebih bertaruh dalam menolong nyawa Sasuke.dokter bername tag
Kashiro mengusap peluh di keningnya.
“apa
yang terjadi dok,Sasuke baik-baik saja kan?” Hikaru merasakan sesuatu terasa
berat dalam hatinya
“maaf
nona..kami,tim dokter telah berusaha dengan sekuat tenaga kami tapi..” dokter
itu menggantung kalimat terakhirnya lalu pergi sambil menepuk bahu Hikaru yang
seolah memberikan semangat kepadanya.
Seakan
terasa tertampar oleh petir dan awan kegelapan menyelimuti Hikaru.tak kuasa air
matanya tak dapat di bendung lagi.
Hikaru
berlari memasuki ruangan kamar Sasuke,rasa sakit tak di hiraukannya lagi.ini
lebih dari dari sakit yang ia rasakan.
“kenapa
kau meninggalkan ku bodoh,kenapa kau pergi begitu cepat.kau tahu,kau sangat
sangat kejam” air mata itu menetes dari pelupuk mata bulat Hikaru.
“apa
kau tak ingat janji kita kemarin sesaat sebelum kita akan pergi ke acara
pernikahan rekan kerjamu itu,huh ! “ Hikaru memukul pelan lengan Sasuke yang
sudah tak berdaya di atas kasurnya.
**********************
“Hikaru,bersediakah
kau mendampingiku dalam suka maupun duka ? dalam senang maupun susah ? dan
dalam kaya maupun miskin? ” Sasuke memposisikan dirinya lebih rendah dari
Hikaru.ia memberikan sebuah cincin dan sebuket bunga matahari.
Rasa
bahagia yang tak dapat di gambarkan lagi oleh Hikaru,setetes air mata tak dapat
di bendungnya lagi.
“ya..aku
mau menemanimu untuk selamanya” Hikaru mengangguk menyetujinya dan Sasuke
melayangkan sebuah pelukan sebagai ungkapan rasa kegemiraannya saat ini.
“kenapa
kau malahan menanggis,huh? Apakah tadi aku menginjak kakimu? “ pertanyaan bodoh
itu terlontar dari bibir Sasuke.
Memang
Sasuke tidak seperti laki-laki pada umumnya,dia jauh dari kata romantis ataupun
semancamnya.tapi entah mengapa hal itulah yang membuat Hikaru merasakan
kenyamanan saat berada di dekatnya.
“dasar..kau
ini bodoh atau benar-benar bodoh huh,aku menangis karena terharu melihat kau
bersikap seperti itu !’’ Hikaru melayangkan jitakan tepat di kepala Sasuke
“hei…kenapa
kau menjitakku,apa yang salah dari ku ” Sasuke tak mau kalah dari Hikaru
“kejar
saja kalau kau berani,dasar orang paling tidak peka sedunia..BODOH” Hikaru
berlari meninggalkan sasuke yang seolah
mematung melihat kelakuan pasangannya.
Hari
ini merupakan awal musim saat bunga sakura bermekaran,indah tak ada kata lain
selain hal itu .Sasuke mengejar Hikaru layaknya anak kecil yang bermain
kejar-kejaran di taman kota. Suasana taman kota sore ini meriah,banyak orang
menghabiskan waktu hanya untuk sekedar bersantai melihat aktivitas di taman
kota ataupun memandang bunga sakura yang bermekaran.
“awas
kau..!! jangan harap aku mengampuni mu”
Sasuke bersiap menangkap Hikaru seperti kucing yang mendapatkan mangsa empuk .
“aku
tidak takut denganmu BODOH” Hikaru memberikan penekanan kata di akhir
kalimatnya dan mempercepat laju larinya.
Sepuluh
menit kemudian Sasuke dapat menangkap Hikaru,lelah setelah saling kejar mereka
pun memutuskan untuk duduk di taman sambil menunggu sunset. suasana romantis terasa sangat kental di bawah pohon sakura
yang bermekaran dengan hambaran rumput hijau yang membentang sepanjang mata
memandang.
“maafkan
aku karena selama ini kurang peka atau pun tak dapat bersikap romantis seperti
layaknya pria-pria di luar sana” ucap Sasuke.
Sasuke
memandang kosong ke depan dan menggenggam jemari Hikaru.
“apa yang
kau bicarakan itu semuanya salah besar,kau terlalu indah dan kau adalah harta
berharga yang aku miliki saat ini selain keluargaku” Hikaru menatap lekat mata
biru Sasuke .
Ketulusan
rasa sayang yang di miliki mereka berdua membuatnya dunia ini terasa sangat
indah tak seperti banyak orang katakan bahwa dunia ini begitu menyakitkan.
“terima
kasih untuk semuanya..untuk kebahagiaan yang telah kau torehkan selama ini dan
untuk seterusnya.tetaplah menjadi Hikaru yang memberikan kebahagiaan untuk
sekelilingmu dan kaulah adalah bagian dari takdir hidupku ” Sasuke melayangkan
kecupan hangat di kening Hikaru.
Hikaru
membalasnya dengan memberikan kecupan manis di kening Sasuke.
“terima
kasih juga untuk semua hal termanis yang kau berikan kepadaku dan terima kasih
juga atas semua hal terindah yang telah kau berikan “ Hikaru menyenderkan
kepalanya di bahu Sasuke.ketenangan dirasakan oleh Hikaru,ia memejamkan matanya
berharap waktu dapat berhenti saat ini juga.
Hari
mulai gelap,suasana taman kota saat malam pertama bunga sakura bermekaran ramai
oleh para pengunjung.lalu lalang pejalan kaki di trotoar menambah kesan
keindahan kota Inkigayo.
Sasuke
dan Hikaru akhirnya memutuskan untuk kembali setelah seharian ini mereka
memanjakan dirinya di taman kota. mereka berjalan menyusuri trotoar sambil
melihat beberapa pernak pernik yang di tawarkan oleh beberapa pedagang di
sepanjang jalan.
Sasuke
dan Hikaru akhirnya berhenti di sebuah rumah makan untuk mengisi perutnya yang
sedari tadi siang belum terisi oleh makanan.mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah
rumah makan korea.
Sasuke
memilih menu ramen sedangkan Hikaru memesan kimchi dan dua arak beras untuk
mereka berdua.
**********************
Hikaru
jatuh pingsan,ia tak dapat menerima takdir pahit yang sekarang ini di
rasanya.ia pun akhirnya di bawa oleh beberapa perawat untuk mendapatkan
penanganan.tak berapa lama kemudian Hikaru sadar dari pingsannya.
“Sasuke…kau
BODOH..kenapa kau meninggalkan ku secepat ini “ tangisan itu pecah
perasaan
kalut menggelayuti hati Hikaru saat ini,terasa sangat sesak dalam dada
Hikaru,seperti tertimpa beban ratusan kilo gram tepat di atas kepalanya.
“Sasuke..kenapa
kau seperti ini huh,kau jahat..kau meninggalkan ku di sini sendirian “
gumamnya
Hari
ini prosesi pemakaman Sasuke,Hikaru yang masih belum dapat menerima takdir
ini.Hikaru tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Air mata itu terus mengalir
dari pelupuk matanya hingga membuat membengkak dan terdapat lingkaran hitam
layaknya mata panda.
Beberapa
pelayat telah meninggalkan pemakaman Sasuke ,Hikaru tak dapat bergerak seinchi
pun dari gundukan tanah yang di dalamnya berisikan Sasuke sang calon
suaminya.tapi takdir tak mengijinkan mereka bersatu dalam sebuah ikatan janji
suci di altar pernikahan.
Sebuket
bunga matahari telah Hikaru menyiapkan kenangan terakhir yang ia berikan untuk Sasuke,bunga
matahari merupakan bunga kesukaan mereka berdua.selain memiliki filosofi yang
indah,bunga matahari juga menjadi saksi perkenalan Hikaru dan Sasuke.
“selamat
tinggal Sasuke..tenanglah di surga sana,terima kasih atas kenangan indah selama
ini” Hikaru akhirnya memutuskan untuk meninggalkan
pemakaman Sasuke meski hati kecilnya masih ingin berada di sampingnya.
*********************
Can’t you hear my
voice?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily My heart, my tears, my memories
of you
Drop by drop, they are falling
against my chest
Though I cry and I cry, the
memories won’t erase And again today, I drench my
empty heart We used to like each other- you
Selama
setahun terakhir ini hidup Hikaru tak karuan,hujan deras mengguyur malam
ini.lampu kamar Hikaru berkedip setiap kali ada gelegar petir yang terdengar
sangat keras.
Semua
hal yang di alami Hikaru selepas kepergian Sasuke serasa hitam baginya,tak ada
senyum yang dulunya sering mengembang di bibirnya,tak ada lagi tawa yang ada
hanyalah kekelaman yang di rasa oleh Hikaru.ia benar-benar tak dapat
mempercayai dan menerima takdir yang telah terjadi.
“dunia
ini terasa sangat menyakitkan saat aku tak bersamamu lagi Sasuke,dunia ini
menjadi tak indah setelah kau pergi meninggalkan ku..maafkan aku,maaf” tangisan
Hikaru memenuhi ruangan kamarnya.
Hikaru beranjak berdiri membuka laci
lemari yang tepat berada di tempat tidurnya,mencari sebuah benda yah terbesit
niatan untuk Hikaru bunuh diri.ia akhirnya menemukan benda yang di cari yaitu
gunting.Hikaru tersenyum kecut memandang pantulannya di depan cermin.berantakan
itulah yang dapat di gambarkan untuk keadaan Hikaru saat ini.
“selamat
tinggal dunia..selamat tinggal ayah ibu maafkan aku” ucapan Hikaru tak dapat di
lanjutkannya lagi.
“aku
akan datang Sasuke,tunggulah aku sebentar lagi di surga bersama mu..menuliskan
cerita indah kembali” Hikaru mengiriskannya tepat di urat nadinya. gunting itu
dapat menerobos kulit Hikaru yang putih mulus.darah segar mengalir di lantai
kamarnya dan Hikaru meninggalkan dunia untuk selamanya dengan jalan pintas.
Keesokan
harinya saat asisten rumah tangga akan membersihkan ruang kamar Hikaru tercium
bau busuk dari luar kamar tersebut.pintu kamar terkunci dari dalam membuat
asisten rumah tangga itu semakin panik. pasal dua hari belakangan ini
majikannya tidak keluar dari kamarnya. saat pintu kamar berhasil terbuka oleh sang
asisten yang di buat terkejut oleh ulah majikannya.Hikaru di temukan telah
tergeletak tak bernyawa dan tubuhnya sudah membiru dan mengeluarkan bau busuk.
Terdapat
secarik surat dari Hikaru di atas mejanya.surat itu di tulis tepat sebelum
Hikaru menemui ajalnya.
Ayah,ibu
maafkan atas tindakan bodoh ini,aku terpaksa mengakhiri hidupku karena aku
lelah dengan semuanya..
semua
terasa pahit setelah kematian Sasuke.
Hidup
ku terasa hampar tanpanya
Terima
kasih untuk ayah & ibu yang merawatku sampai seperti ini
Aku
memang anak yang tidak berbakti
ayah,ibu
jangan khawatirkan aku
aku
mungkin saat ini sudah tenang di surga sana
terima
kasih untuk segala kasih sayang yang kalian berikan selama ini
aku
(Hikaru) sangat-sangat meyayangi kalian
terima
kasih untuk semuanya
THE END